Date
Breast Cancer Ribbon

Archive for Januari 2011

Wisata Kulinerku

posted by:
my life, my love, my secrets...


Nasi Ayam Kedewatan


Salah satu kuliner  yang bisa dijadikan pilihan kalo kamu lagi  berwisata ke BALI. Harganya pun terbilang cukup murah, hanya dengan Rp. 17.000 kamu bisa menikmati nasi ayam kedewatan ini, plus minum pula! 
Siang hari yg panas, lagi laper-lapernya....Hmmmm....cocok dateng ke sini. Tempatnya yang cozy, serasa di rumah sendiri. Ok guys....see you there soon ^.^

Love, sweet_uncha




hr

7 Tips Mencegah Kanker Payudara

posted by:
my life, my love, my secrets...

Bila Anda wanita berumur 30 tahun, peluang Anda terkena kanker payudara adalah 1 per 229. Pada usia 40, peluang Anda menjadi 1 per 68. Pada usia 50, peluangnya menjadi 1 per 37 (catatan: ini adalah statistik di Amerika dan Eropa, di Indonesia mungkin berbeda).

Risiko kanker payudara meningkat bila ibu, bibi, nenek atau saudara perempuan Anda ada yang terkena kanker tersebut sebelum usia 50 tahun. Bila salah satu ibu atau saudara perempuan Anda terkena kanker, risiko Anda dua kali rata-rata. Bila keduanya terkena, risiko Anda lima kali rata-rata. Sekitar 20-30 persen wanita yang terkena kanker payudara memiliki keluarga dekat yang juga terdiagnosis penyakit itu. Sekitar 70 persen sisanya lebih sulit menentukan faktor risikonya. Pola makan, berat badan, merokok, obat-obatan, dll dapat memengaruhi risiko kanker payudara.

Berikut adalah 7 cara mencegah kanker payudara dengan mengurangi faktor risiko di luar bakat genetik:

1. Berolah raga
Dalam sebuah eksperimen, para peneliti menanyai 1.550 wanita berusia 40-85 tahun mengenai kebiasaan berolah raga mereka. Para wanita yang aktif berolahraga memiliki risiko terkena kanker payudara setengah lebih rendah dibandingkan mereka yang kurang berolah raga. Berjalan kaki 30 menit, lima kali seminggu dapat menurunkan risiko kanker payudara hingga 18 persen menurut studi lain yang melibatkan 74 ribu wanita berumur 50 sampai 79 tahun.

2. Menjaga berat badan
American Cancer Society pernah melakukan studi yang melibatkan 62 ribu wanita. Para peneliti menemukan bahwa semakin banyak kenaikan berat badan sejak wanita berumur 18 tahun, semakin besar risiko mengidap kanker payudara di masa menopause. Mereka yang bertambah berat badan sampai 30 kilogram meningkatkan risikonya dua kali lipat. Kelebihan berat badan tampaknya meningkatkan estrogen, yang mendukung pembentukan kanker.

3. Menghindari lemak
Ada keterkaitan antara konsumsi tinggi lemak tak jenuh rantai jamak (minyak jagung, bunga matahari, dll) dengan kanker payudara. Pilihlah asam lemak tak jenuh rantai tunggal, seperti minyak zaitun.
Di Swedia pernah dilakukan penelitian selama 6 tahun terhadap lebih dari 61 ribu wanita berusia 40 sampai 76 tahun. Mereka yang mengkonsumsi 10 gram lemak tak jenuh rantai tunggal setiap hari mengalami penurunan risiko kanker payudara hingga 45 persen. Sebaliknya, setiap konsumsi 5 gram lemak tak jenuh rantai jamak meningkatkan risiko kanker payudara hingga 69 persen. Data ini menjelaskan kenapa kanker payudara jarang dijumpai di Spanyol, Yunani dan Italia, meskipun 42 persen kalori lemak yang mereka dapatkan berbentuk minyak. Hal itu karena mereka mengkonsumsi jenis lemak tak jenuh rantai tunggal.

4. Banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan
Pigmen karotenoid yang terdapat pada buah dan sayuran dipercaya melindungi kanker payudara. Para peneliti Universitas New York membandingkan sampel darah 270 wanita penderita kanker payudara dengan sampel darah 270 wanita sehat. Wanita yang memiliki karotenoid terendah memiliki risiko dua kali lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan yang berkarotenoid tertinggi. Usahakan selalu menyertakan sayur dan buah-buahan dalam menu harian Anda, terutama wortel, tomat, semangka dan bayam.

5. Banyak mengkonsumsi kedelai
Insiden kanker payudara pada wanita Asia hanya seperlima dari wanita Barat. Para ilmuwan percaya bahwa penyebabnya adalah diet yang kaya kedelai. Sebuah eksperimen menunjukkan bahwa kedelai fermentasi Jepang dapat menurunkan risiko kanker payudara. Mereka yang mengkonsumi tiga porsi atau lebih setiap hari memiliki risiko lebih rendah dibandingkan yang makan hanya satu porsi atau kurang.
Kedelai mengandung fitoestrogen yang mencegah kanker payudara dengan membatasi efek karsinogenik dari estrogen. Meminum segelas susu kedelai atau tiga potong tahu/tempe setiap hari dapat melindungi Anda dari kanker payudara.

6. Menyusui
Menyusui tidak hanya bermanfaat bagi bayi, tetapi juga bagi ibunya karena menekan kadar estrogen. Para peneliti membandingkan angka melahirkan dan pola menyusui wanita yang hidup di negara maju dan negara berkembang. Mereka mendapati bahwa wanita di negara maju dapat mengurangi risiko kanker payudara hingga setengahnya bila memiliki anak lebih banyak dan menyusui mereka seperti para wanita di negara berkembang (rata-rata 30 bulan per kelahiran).

7. Tidak merokok
Semakin muda wanita merokok, semakin besar peluangnya terkena kanker payudara sebelum menopause. California Environmental Protection Agency melaporkan bahwa merokok pasif, terutama di kalangan wanita muda, adalah salah satu penyebab kanker payudara. Bagi para suami atau ayah, berhentilah merokok agar istri atau anak perempuan Anda tidak terkena kanker payudara.

hr

Resep gudeg Jogja Mantap

posted by:
my life, my love, my secrets...


Bahan-bahan:
5 potong ayam
1 bungkus santan bubuk (dicairkan dengan 2 liter air)
1 bh nangka kaleng
5 butir telur
Bumbu :
5 sdt gula pasir
2 lbr daun salam
2 iris lengkuas
Garam secukupnya
5 siung bawang putih
5 buah bawang merah
1 sdm ketumbar
5 butir kemiri
1 ons gula jawa (menurut selera)
Cara membuat :
1. Haluskan semua bumbu, kecuali daun salam, lengkuas dan gula jawa.
2. Rebus ayam setengah mateng dan buang airnya (untuk menghilangkan lemak)
3. Rebus telur dan kupas kulitnya.
4. Masukkan semua bumbu, nangka, telur dan santan kedalam panci, rebus sampai berwarna merah dan air habis (sekitar 2-3 jam), sesekali aduk supaya warna merah merata.
5. Kira-kira setengah jam sebelum air habis masukkan ayam dan aduk.
6. Setelah air habis dan gudeg berwarna merah matikan api, pisahkan gudeg, telur dan ayam.
7. Siap dihidangkan dengan ditambah sambal goreng krecek (kalau ada)
catatan :
jika air sudah habis tapi gudeg belum merah bisa ditambahkan air lagi, tapi sebaiknya tambahkan air panas.

hr

Waspadai Kanker Kelenjar Getah Bening

posted by:
my life, my love, my secrets...

Serangan kanker kelenjar getah bening (limfoma non-hodgkin-NHL) kian mengancam kesehatan masyarakat. Saat ini diperkirakan sekitar 1,5 juta orang di dunia menderita kanker ini, dan setahun sekitar 300.000 orang meninggal dunia karena penyakit ini. Untuk itu, deteksi dini tumor ganas tersebut diperlukan untuk meningkatkan harapan hidup penderitanya sehingga kualitas hidup bisa dipertahankan.
"Saat ini target terapi telah digunakan di banyak negara untuk mengatasi kanker limfoma," kata Kepala Manajemen Medik PT Roche Indonesia dr Stephanus Kairupan, dalam jumpa pers, Sabtu (29/3), di Hotel Four Seasons, Jakarta.
Limfoma adalah sejenis kanker yang tumbuh akibat mutasi sel limfosit (sejenis sel darah putih) yang sebelumnya normal. Hal ini mengakibatkan sel abnormal menja di ganas. Seperti halnya limfoma normal, limfoma ganas dapat tumbuh pada berbagai organ dalam tubuh termasuk kelenjar getah bening, limpa, sum-sum tulang, darah maupun organ lain.

Terdapat dua macam kanker sistem limfatik yaitu penyakit hodgkin dan limfoma non hodgkin (NHL). NHL adalah sekelompok penyakit keganasan yang saling berkaitan dan mengenai sistem limfatik. Di Indonesia, mayoritas penderitanya terserang limfoma agresit (derajat keganasan tinggi) yang cepat tumbuh dan menyebar dalam tubuh, bila dibiarkan tanpa pengobatan dapat mematikan dalam enam bulan.
Angka harapan hidup rata-rata berkisar lima tahun dengan sekitar 30-40 persen sembuh. Pasien yang terdiagnosis dini dan langsung diobati lebih mungkin meraih remisi sempurna dan jarang mengalami kekambuhan. Karena itu, sangat penting mengenali gejala penyakit ini sejak awal di antaranya batuk-batuk dan sesak napas, benjolan di leher, ketiak dan daerah di antara kaki, gatal-gatal, demam tanpa sebab, berat badan turun drastis.

Penyebab NHL belum diketahui secara pasti. Ada empat kemungkinan penyebabnya yaitu faktor keturunan atau genetik, kelainan sistem kekebalan, infeksi virus atau bakteri, dan toksin lingkungan seperti herbisida, pengawet dan pewarna kimia. Pengobatan inti NHL saat ini meliputi kemoterapi, terapi antibodi monoklonal, radiasi, terapi biologik dan cangkok sumsum tulang. "Di banyak negara, pengobatan dilakukan dengan mengkombinasi beberapa jenis terapi," ujarnya.
Ahli hematologi dari Universitas Sydney Associate Professor Mark Hertzberg menyatakan, tingkat keberhasilan terapi kombinasi itu sangat tergantung dari kondisi pasien bersangkutan. S emakin cepat penderita berobat, maka peluang kesembuhan dan harapan hidupnya juga makin besar. Diakui, tidak semua penderita sukses menjalani pengobatan kombinasi ini, terutama pada penderita dengan komplikasi gangguan pada jantung.

hr

TV Broadcast

Diberdayakan oleh Blogger.